Obesitas Pada Remaja

 Obesitas Pada Remaja



Menurut World Health Organization, obesitas didefinisikan sebagai suatu kondisi terjadi penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama.

Obesitas pada remaja termasuk masalah yang perlu mendapat perhatian khusus. Remaja dengan obesitas tak hanya berisiko mengalami pengucilan sosial, tapi juga dapat terkena dampak kesehatan yang tak boleh disepelekan. Menanganinya sejak dini akan membantu kelebihan berat badan ini agar tak menjadi lebih buruk saat dewasa nanti.

Apa penyebab obesitas pada remaja?

Obesitas yang dialami oleh remaja biasanya dipicu oleh kombinasi dari berbagai faktor berikut:

  • Genetik atau keturunan
  • Faktor sosial dan ekonomi, contohnya akses makanan sehat yang terbatas
  • Kemampuan metabolisme tubuh
  • Kurang tidur
  • Gaya hidup yang tak sehat, misalnya sering mengonsumsi junk food
  • Penyakit tertentu, seperti gangguan endokrin
  • Obat-obatan tertentu
Kapan seorang remaja dianggap mengalami obesitas?
Gejala obesitas yang utama adalah terlalu banyak lemak dalam tubuh. Anda juga bisa  memperkirakan kondisi ini dengan menggunakan rumus indeks massa tubuh (IMT).




Contohnya: Remaja wanita A memiliki berat badan 70 kg dengan tinggi badan 150 cm (1,5 m). Perhitungan IMT-nya adalah sebagai berikut:
Bb: 70kg
Tb: 150cm (1,5m)

IMT: Bb(kg)/Tb^2(m)
IMT: 70kg/1,5^2m = 31,111 (Obesitas)
Remaja wanita ini mengalami obesitas, karena IMT nya diatas 27,0.

Cara membantu remaja yang mengalami obesitas
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi obesitas pada remaja:
  • Terapkan diet sehat
  • Ajak berolahraga, pastinya olaraga yang ringan
  • Lakukan perubahan secara bertahap
  • Ajarkan Body Image yang positif

Sumber:

Komentar